Cara Mengatasi Blink Pada Printer HP Deskjet D2566

Akhirnya sempat juga posting di blog malam ini. Kali ini saya akan coba mengulas tentang Cara Reset Printer HP Deskjet 2566, 3535, 3420, 3920, 2466, dll yang sering banget dicari oleh teman-teman di paman google. Tertarik mengikuti artikelnya ……..?

Sebenarnya printer yang membutuhkan reset hanya ada 2, yaitu :

1. Printer Epson, :
Mesin / Board dan Cartridge di proteksi oleh vendor / pabriknya dengan menggunakan semacam counter / penghitung di mesin ataupun di cartridge nya. Jadi kalo masuk batas hitungannya ya harus di reset.

2. Printer Canon, :
Mesin / Board di proteksi juga sama dengan printer epson. jadi juga butuh reset. Proteksi ini dimaksudkan agar setelah masuk batas hitungan printer / cartridge tidak bisa digunakan lagi oleh user. Berarti harus beli yang baru ya… mungkin …..
Sedangkan untuk printer HP Deskjet maupun jenis Printer HP lainnya itu tidak membutuhkan reset, karena tidak ada proteksi terhadap board ataupun cartridge printer HP ini.

Jadi bila anda menjumpai printer HP deskjet 2566, 3535, 3420, 3920, 2466, dll yang blinking / lampu power kedip – kedip terus, bukan berarti kita harus mereset printer HP deskjet tersebut.

Printer HP 2566, 3535, 3420, 3920, 2466, dll yang blinking ini merupakan tanda bahwa salah satu dari cartridge printer HP deskjet tersebut mengalami kerusakan chip dan harus diganti dengan yang baru.

Cara Cek Cartridge Rusak printer HP Deskjet atau bila printer HP Deskjet anda blink yaitu :

1. Lepas salah satu cartridge printer HP Deskjet anda misalnya cartridge warna dulu yang dilepas.
2. Kemudian nyalakan printer HP Deskjet anda.
3. Kemudian amati lampu indikator powernya kalo Printer HP Deskjet 2566, 3535, 3420, 3920, 2466, anda masih blinking berarti cartridge hitam anda rusak.
4. Tapi kalo lampu indikator power nyala penuh, berarti cartridge hitam printer HP Deskjet anda bagus / baik.
5. Kemudian lepas Cartridge Hitam dan ganti dengan cartridge warna saja yang dipasang.
6. Kemudian nyalakan printer HP Deskjet anda.
7. Kemudian amati lampu indikator powernya kalo Printer HP Deskjet 2566, 3535, 3420, 3920, 2466, anda masih blinking berarti cartridge warna anda rusak.
8. Tapi kalo lampu indikator power nyala penuh, berarti cartridge warna printer HP Deskjet anda bagus / baik.

Cartridge yang rusak ini tidak bisa diperbaiki, tapi sebelum anda buang mungkin anda bisa mencoba membersihkan pin cartidge dengan penghapus pensil dan mencoba lagi untuk memastikan rusak tidaknya cartridge anda.

Sekedar info printer HP Deskjet bisa jalan / ngeprint walaupun hanya dengan menggunakan 1 (satu) cartridge, berbeda dengan printer Epson dan Canon dimana kedua cartridge harus terpasang agar printer itu jalan / bisa ngeprint.

Demikian info mengenai Cara Reset Printer HP Deskjet 2566, 3535, 3420, 3920, 2466, yang sebenarnya bukan blink seperti yang terjadi di printer Epson dan Canon, tapi dikarenakan oleh rusaknya salah satu atau dua-duanya dari cartridge yang digunakan.

Demikian pengalaman saya ….
Selamat Mencoba …….

GUNUNG BROMO

Gunung Bromo merupakan salah satu ikon wisata di Jawa Timur yang sangat termasyhur bagi wisatawan domestik dan asing. Situs wisata ini tidak pernah sepi dari pengunjung yang ingin menikmati keeksotikan panorama alamnya.

Rugi rasanya jika sudah berada di Malang, Pasuruan, Probolinggo atau Lumajang, tetapi tidak sampai mengunjungi tempat ini. Ya memang Gunung Bromo terletak diantara keempat kabupaten tersebut dan masuk dalam Taman Nasonal Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Gunung yang ketinggiannya mencapai 2392 mdpl ini, bisa ditempuh melalui jalur berbeda yang berada di empat kabupaten tersebut.Beberapa waktu lalu untuk memenuhi rasa penasaran, saya mencoba melalui salah satu jalur ke gunung Bromo tersebut, walaupun sebenarnya tujuan saya bukan ke Gunung Bromo, tetapi ke Pasuruan. Perjalanan saya awali dari kota Malang menggunakan sepeda motor, melalui Tumpang- Gubuk Klakah-Ngadas-Jemplang-Bromo yang mencapai sekitar 56 km. Jika dilihat dari jarak sebenarnya tidak terlalu jauh, dalam perkiraan saya paling lama sekitar 1,5 jam sudah sampai.  

Ternyata diluar dugaan, mulai memasuki TNBTS jalannya tidak semulus sebelumnya yang berupa aspal, disini jalan dibuat dari material beton yang tidak rata dan beberapa bagian sudah mengalami kerusakan, bahkan dibeberapa tempat sudah berupa tanah. Terlebih dibeberapa lokasi juga terdapat bekas longsoran tanah dan penyempitan jalan. Memasuki areal ini sepeda motor dipacu tidak lebih dari 20 km/jam, selain jalan yang tidak nyaman dan menanjak, kebetulan tunggangan yang dipake merupakan motor matik jadi sedikit maksa. Alangkah baiknya jika ingin melalui jalur ini gunakan motor yang garang atau penggaruk lumpur sekalian (special engine), dijamin lebih lancar.

Di jalur ini walaupun cukup berat, ternyata memiliki panorama yang luar biasa yang bisa mensugesti kepenatan menjadi hilang. Sekitar 2 km sebelum pintu masuk TNBTS terdapat air terjun Coban Pelangi. Tempat ini sekitar 1 km dari tempat penitipan sepeda motor dipinggir jalan, biasanya ramai dikunjungi tertuma di hari-hari libur. 
Sekitar 2 km setelah pintu masuk TNBTS juga terdapat air terjun lagi yaitu Coban Trisula, tempat ini juga patut anda singgahi.

Setelah melalui rute diatas, saya baru sampai di Bromo setelah sekitar 3 jam perjalanan. Memasuki kawasan Bromo diawali dengan jalan menukik dan sempit mulai dari Jemplang (pertigaan ke Bromo dan ke Ranu Pani/Semeru), selanjutnya kita disambut padang savana dan gurun pasir yang luas.  

Nampak juga bukit-bukit Teletubis yang begitu eksentrik, sayangnya nampak gersang dan kering, mungkin karena musim kemarau atau dampak letusan beberapa bulan sebelumnya. Setelah melewati karpet savana, giliran hamparan padang pasir yang lembut menyambut roda-roda mungil motor yang membuatnya terseok-seok. 

Tidak hanya sulit dilewati, padang pasir ini bisa tiba-tiba menjadi gelap disebabkan angin yang menerbangkan debu-debu pasir menjadi kabut dan menghalangi pandangan tidak lebih dari dua meter. 

Setelah melewati padang pasir yang luas, selanjutnya memasuki Cemoro Lawang, disini kita bisa melihat view G. Bromo dan lautan pasir yang sangat menarik, karena sedang berkabut jadi tidak begitu nampak keindahannya. 

Sebenarnya awal tujuan saya ke Pasuruan Melalui Tosari dan mampir ke Penanjakan yang merupakan lokasi favorite untuk melihat keindahan alam Bromo, tetapi karena salah jalur ternyata saya ke Pasuruan melalui Cemoro Lawang-Ngadi Sari-Sukapura-Tongas(Probolinggo)-Pasuruan. Ini dikarenakan salah bertanya salah jalan walaupun sampai tujuan.

Berikut beberapa jalur ke Bromo yang bisa menjadi pilihan:
1) Malang-Tumpang-Gubuk Klakah-Jemplang-Bromo atau dari Jemplang-Ranu Pane-Semeru
2) Malang-Purwodadi-Nongko Jajar-Tosari-Wonokitri-Penanjakan-Bromo
3) Malang-Pakis-Jabung-Nongko Jajar-Tosari-Wonokitri-Penabjakan-Bromo
4) Pasuruan-Warung Dowo-Tosari-Wonokitri-Penanjakan-Bromo
5) Probolinggo-Tongas-Lumbang-Sukapura-Ngadisari-Cemoro Lawang-Bromo-Penanjakan

6) Lumajang-Senduro-Ranu pani-Jemplang-Bromo-Penanjakan

Hasil pencarian:

  • penitipan motor dekat alun malang
  • jarak yang ditempuh dari pasuruan ke gunung pananjakan
  • tugu bromo tosari

Cara Self Test Printer Epson

Beberapa hari yang lalu saya memberikan tips cara self Test Printer Canon deskjet,Pada malam ini saya akan memberikan tips yang sama, akan tetapi kali ini khusus untuk printer Epson.
Tidak banya basa basi langsung saja kita mulai.
Berikut ini adalah cara print test langsung dari printer Epson tanpa melalui komputer.

Cara Self Test Printer Epson :

Printer Epson type :
C series :
C41, C42, C43, C45, C58, C61, C62, C63, C65, C67, C79, C85, C86, C87, etc.

R series :
R210, R230, R270, etc.

• Siapkan kertas pada printer unit.
• Tekan dan tahan tombol paper/resume lalu tekan tombol power

Printer Epson type :
CX Series : CX 3500, CX 3600, CX3700, CX 5100, CX CX 4900 , CX 5900, etc

• Siapkan kertas pada printer unit.
• Tekan dan tahan tombol power lalu tekan tombol ink/tinta hingga lampu power indikator berkedip 1x lalu lepas kedua tombol tsb..

Hasil pencarian:

  • cara test printer epson

UJI VALIDITAS KUESIONER

Dr. Suparyanto, M.Kes

UJI VALIDITAS KUESIONER

  • Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid apabila pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Pratisto, 2009).
  • Mengukur tingkat validitas dapat dilakukan dengan cara:
  1. Uji signifikansi dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung (hasil uji validitas) dengan nilai r tabel (nilai tabel) dengan nilai signifikansi 0,05. Hasil uji validitas (nilai r hitung) yang merupakan nilai dari Corrected Item-Total Corelation.
  2. Dapat juga menggunakan rumus person products moment:

Kemudian menghitung nilai uji T dengan rumus:

(Hidayat, 2008)

  • Setelah kuesioner di uji validitas dengan menggunakan program SPSS 10 For Windows. Jika Thit > Ttabel berarti instrumen valid demikian sebaliknya jika Thit < Ttabel berarti instrumen tidak valid yang tentunya tidak dapat digunakan dan dapat diperbaiki/ dihilangkan.

Hasil pencarian:

  • rumus analisis validitas
  • rumus valuditas
  • rumus t hit
  • rumus t hitung
  • rumus t hitung statistik
  • uji validitas kuisioner

Melihat Parameter Blog dengan Bestwebtool

Kebanyakan tool parameter hanya menampilkan 1 parameter saja, seperti Prchecker yang hanya menampilkan tingkatan Google Page Rank saja. Atau ada juga yang menampilkan hanya dengan 3 tiga paremeter utama (Google Page Rank, Alexa, dan Technorati). Tapi pernahkah anda bayangkan hanya dengan 1 tool anda bisa melihat keseluruhan parameter yang digunakan di dunia website? Iya, kali ini kita akan membahas tentang salah satu parameter terbaik versi monzabyte, nama tool tersbut adalah Bestwebtool.
Bestwebtool merupakan sebuah tool parameter yang dapat digunakan untuk melihat rangking sebuah website dengan 19 parameter yang sering digunakan di dunia webmaster. Bestwebtool sangat mudah digunakan, jika anda ingin melihat parameter situs/blog anda, anda tinggal mengisi alamat url di kolom yang telah tersedia. Kunjungi situsnya di Bestwebtool.com
Berikut parameter yang dapat dideteksi oleh Bestwebtool:
1.Google Pagerank
2.Alexa Rank
3.Yahoo Backlinks
4.DMOZ Directory
5.Domain Age
6.Alexa Backlinks
7.Google Backlinks
8.Yahoo Directory
9.Google Indexed Pages
10.Yahoo Indexed Pages
11.Bing Indexed Pages
12.Digg Links
13.Delicious Links
14.Technorati (Blog) Rank
Compete Rank
16.Site Value
17.W3C Validator
18.Internet Archive
19.Google Bot Last Visit
Nah, Bagaimana pendapat anda dengan tool ini?

Hasil pencarian:

  • Yahoo Indexed Pages Domain Age Alexa Backlinks

KURANG ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL

Dr. Suparyanto, M.Kes
KURANG ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL
PENGERTIAN
  • Menurut Depkes RI (1994) pengukuran LILA pada kelompok wanita usia subur adalah salah satu cara untuk mendeteksi dini yang mudah dan dapat dilaksanakan oleh masyarakat awam, untuk mengetahui kelompok berisiko Kekurangan Energi Kronis (KEK). Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil adalah kekurangan gizi pada ibu hamil yang berlangsung lama (beberapa bulan atau tahun) (DepKes RI, 1999).
  • Risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) adalah keadaan dimana remaja putri/wanita mempunyai kecenderungan menderita KEK ( Arismas,2009).
  • Ibu KEK adalah ibu yang ukuran LILAnya < 23,5 cm dan dengan salah satu atau beberapa kriteria sebagai berikut : a.Berat badan ibu sebelum hamil < 42 kg. b.Tinggi badan ibu < 145 cm. c.Berat badan ibu pada kehamilan trimester III < 45 kg. d.Indeks masa tubuh (IMT) sebelum hamil < 17,00 e.Ibu menderita anemia (Hb < 11 gr %) (Weni, 2010). 
PENGUKURAN STATUS GIZI 
1.Pengukuran LILA 
  • Ada beberapa cara untuk dapat digunakan untuk mengetahui status gizi ibu hamil antara lain memantau pertambahan berat badan selama hamil, mengukur LILA, mengukur kadar Hb. Bentuk adan ukuran masa jaringan adala masa tubuh. Contoh ukuran masa jaringan adala LILA, berat badan, dan tebal lemak. Apabila ukuran ini rendah atau kecil, menunjukan keadaan gizi kurang akibat kekurangan energi dan protein yang diderita pada waktu pengukuran dilakukan. Pertambahan otot dan lemak di lengan berlangsung cepat selama tahun pertama kehidupan (Arisman,2009). 
  • Lingkaran Lengan Atas (LILA) mencerminkan tumbuh kembang jaringan lemak dan otot yang tidak berpengaruh banyak oleh cairan tubuh. Pengukuran ini berguna untuk skrining malnutrisi protein yang biasanya digunakan oleh DepKes untuk mendeteksi ibu hamil dengan resiko melahirkan BBLR bila LILA < 23,5 cm (Wirjatmadi B, 2007). Pengukuran LILA dimaksudkan untuk mengetahui apakah seseorang menderita Kurang Energi Kronis. Ambang batas LILA WUS dengan risiko KEK di Indonesia adalah 23.5 cm. Apabila ukuran kurang dari 23.5 cm atau dibagian merah pita LILA, artinya wanita tersebut mempunyai risiko KEK, dan diperkirakan akan melahirkan berat bayi lahir rendah ( Arisman, 2007) 
  • a.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalan pengukuran LILA 
  1. Pengukuran dilakukan dibagian tengah antara bahu dan siku lengan kiri. 
  2. Lengan harus dalam posisi bebas. 
  3. Lengan baju dan otot lengan dalam keadaan tidak tegang atau kencang. 
  4. Alat pengukur dalam keadaan baik dalam arti tidak kusut atau sudah dilipat-lipat sehingga permukaannya tidak rata (Arisman, 2007). 
  • b.Cara Mengukur LILA 
  1. Tetapkan posisi bahu dan siku 
  2. Letakkan pita antara bahu dan siku. 
  3. Tentukan titik tengah lengan. 
  4. Lingkaran pita LILA pada tengah lengan. 
  5. Pita jangan telalu ketat.
  6. Pita jangan terlalu longgar. 
  7. Cara pembacaan skala yang benar. (Arisman, 2007) 
2.Pengukuran Berat Badan 
  • Berat badan merupakan ukuran antropometris yang paling banyak digunakan karena parameter ini mudah dimengerti sekalipun oleh mereka yang buta huruf ( Arisma, 2009). 
  • Berat badan adalah satu parameter yang memberikan gambaran masa tubuh. Masa tubuh sangat sensitive terhadap perubahan-perubahan yang mendadak, misalnya karena terserang penyakit infeksi, menurunya nafsu makan atau menurunnya jumlah makan yang dikonsumsi. 
  • Pada prinsipnya ada dua macam timbangan yaitu beam (lever)balance scales dan spring scale. Contoh beam balance ialah dancing, dan spring scale adalah timbangan pegas. Karena pegas mudah melar timbangan jenis spring scsle tidak dianjurkan untuk digunakan berulang kali, apalagi pada lingkungan yang bersuhu panas. 
  • Berat badan ideal ibu hamil sebenarnya tidak ada rumusnya, tetapi rumusannya bisa dibuat yaitu dengan dasar penambahan berat ibu hamil tiap minggunya yang dikemukakan oleh para ahli berkisar antara 350-400 gram, kemudian berat badan yang ideal untuk seseorang agar dapat menopang beraktifitas normal yaitu dengan melihat berat badan yang sesuai dengan tinggi badan sebelum hamil, serta umur kehamilan sehingga rumusnya dapat dibuat. 
  • Dengan berbekal beberapa rumus ideal tentang berat badan, saya (penulis) dapat kembangkan menjadi rumus berat badan ideal untuk ibu hamil yaitu sebagai berikut : Dimana penjelasannya adalah BBIH adalah Berat Badan Ideal Ibu Hamil yang akan dicari. BBI = ( TB – 110) jika TB diatas 160 cm (TB – 105 ) jika TB dibawah 160 cm. Berat badan ideal ini merupakan pengembangan dari (TB-100) oleh Broca untuk orang Eropa dan disesuaikan oleh Katsura untuk orang Indonesia. UH adalah Umur kehamilan dalam minggu. Diambil perminggu agar kontrol faktor resiko penambahan berat badan dapat dengan dini diketahui. 0.35 adalah Tambahan berat badan kg per minggunya 350-400 gram diambil nilai terendah 350 gram atau 0.35 kg . Dasarnya diambil nilai terendah adalah penambahan berat badan lebih ditekankan pada kualitas (mutu) bukan pada kuantitas (banyaknya) (Supriasa, 2002). 
3.Pengukuran Tinggi Badan 
  • Tinggi badan merupakan parameter yang penting bagi keadaan yang telah lalu dan keadaan sekarang, jika umur tidak diketahui dengan tepat. Disamping itu tinggi badan merupakan ukuran kedua yang penting, karena dengan menghubungkan berat badan terhadap tinggi badan , factor umur dapat dikesampingkan. Ibu hamil pertama sangat membutuhkan perhatian khusus. 
  • Pengukuran tinggi badan bermaksud untuk menjadikanya sebagai bahan menentukan status gizi. Status gizi yang ditentukan dengan tinggi badan tergolong untuk mengukur pertumbuhan linier. Pertumbuhan linier adalah pertumbuhan tulang rangka, terutama rangka extrimitas (tungai dan lengan). Untuk tinggi badan peranan tungkai yang dominan. 
  • Pengukuran tinggu badan orang dewasa, atau yang sudah bisa berdiri digunakan alat microtoise (baca: mikrotoa) dengan skala maksimal 2 meter dengan ketelitian 0,1 cm. Apabila tidak tersedia mikrotoise dapat digunakan pita fibreglas (pita tukang jahit pakaian) dengan bantuan papan data dan tegak lurus dengan lantai. Pengukuran dengan pita fibreglass seperti ini harus menggukan alat bantu siku-siku. Persyaratan tempat pemasangan alat adalah didinding harus datar dan rata dan tegak lurus dengan lantai. Dinding yang memiliki banduk di bagian bawah (bisanya pada lantai keramik) tidak bisa digunakan. Hal yang harus diperhatikan saat pemasangan mikrotoise adalah saat sudah terpasang dan direntang maksimal ke lantai harus terbaca pada skala 0 cm. 
  • A.Cara Pengukuran Berdiri membelakangi dinding dimana microtoie terpasang dengan posisi siap santai (bukan siap militer), tangan disamping badan terkulai lemas, tumit, betis, pantat, tulang belikat dan kepala menempel di dinding. Pandangan lurus ke depan. Sebagai pegukur harus diperiksa ketentuan ini sebelum membaca hasil pengukuran. Tarik microtiose ke bawah sampai menempel ke kepala. Bagi terukur yang berjilbab agak sedikit ditekan agar pengaruh jilbab bisa diminimalisir. Untuk terukur yang memakai sanggul harus ditanggalkan lebih dahulu atau digeser ke bagia kiri kepala. Saat pengkuran, sandal, dan topi harus dilepas. Baca hasil ukur pada posisi tegak lurus dengan mata (sudut pandang mata dan skala microtoise harus sudut 90 derajat). Pada gambar di atas, apabila terukur lebuh tinggi dai Pengukur, maka pengukur harus menggunakan alat peningi agar posisi baca tegak lurus. Bacaan pada ketelitian 0,1 cm, artinya apabila tinggi terukur 160 cm, harus ditulis 160,0 cm (koma nol harus ditulis). Tinggi badan kurang dari 145 cm atau kurang merupakan salah satu risti pada ibu hamil. Luas panggul ibu dan besar kepala janin mungkin tidak proporsional, dalam hal ini ada dua kemungkinan yang terjadi: a.Panggul ibu sebagai jalan lahir ternyata sempit dengan janin/kepala tidak besar. b.Panggul ukuran normal tetapi anaknya besar/kepala besar. Pada kedua kemungkinan itu, bayi tidak dapat lahir melalui jalan lahir biasa, dan membutuhkan operasi Sesar. 
4.Indeks Masa Tumbuh 
  • Masalah kekurangan dan kelebihan gizi pada orang dewasa (usia 18 tahun keatas) merupakan masalah penting, karena selain mempunyai resiko penyakit-penyakit tertentu, juga dapat mempengarui produktif kerja. Laporan FAO /WHO/UNU tahun 1985 menyatakan bahwa batasan berat badan normal orang dewasa ditentukan oleh Body Mass Index (BMI). 
  • Di Indonesia istila Body Mass Index diterjemahkan menjadi Indekx Masa Tubuh (IMT) merupakan alat yang sederhana untu memantau status gizi orang dewasa khusunya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan, maka mempertahankan berat badan normal memungkinkan seseorang dapat mencapai usia harapan hidup lebih panjang. Berat badan dilihat dari Quatelet atau body mass Index (IMT). 
  • Ibu hamil dengan berat badan dibawah normal sering dihubungkan dengan abnormalitas kehamilan, berat badan lahir rendah. Sedangkan berat badan overweight meningkatkan resiko atau terjadi kesulitan dalam persalinan. Indeks massa tubuh (IMT) merupakan rumus matematis yang berkaitan dengan lemak tubuh orang dewasa (Arisman, 2009). 
  • Penilaian Indeks Masa Tumbuh diperoleh dengan memperhitungkan berat badan sebelum hamil dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter kuadrat (Yuni, 2009). 
  • Rumus ini hanya cocok diterapkan pada mereka yang berusia antara 19-70 tahun, berstruktur tulang belakang normal, bukan atlet atau binaragawan. 
Tabel 2.2 Klasifikasi Status Gizi Berdasarkan IMT 
Status Gizi 
  1. IMT KKP I < 16 
  2. KKP II 16,0 -16,9 
  3. KKP III 17,0 – 18,4 
  4. Normal ≤18,5 – < 25 
  5. Obesitas I 25 – 29,9 
  6. Obesitas II 30 – 40 
  7. Obesitas III >40
Sumber: Arisman, 2009
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KURANG ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL
1. Faktor Sosial Ekonomi
  • Faktor yang berperan dalam menentukan status kesehatan seseorang adalah tingkat sosial ekonomi (FKM UI, 2007). Ekonomi seseorang mempengaruhi dalam pemilihan makanan yang akan dikonsumsi sehari-harinya. Seseorang dengan ekonomi yang tinggi kemudian hamil maka kemungkinan besar sekali gzi yang dibutuhan tercukupi ditambah lagi adanya pemeriksaan membuat gizi ibu hamil semakin terpantau (Weni,2010). Sosial ekonomi merupakan gambaran tingkat kehidupan seseorang dalam masyarakat yang ditentukan dengan variabel pendapatan, pendidikan dan pekerjaan, karena ini dapat mempengaruhi aspek kehidupan termasuk pemeliharaan kesehatan (Notoatmodjo, 2006).
a.Pendidikan
  • Pendidikan sebagai proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik (Umar, 2005). Faktor pendidikan mempengaruhi pola makan ibu hamil, tingkat pendidikan yang lebih tinggi diharapkan pengetahuan atau informasi tentang gizi yang dimiliki lebih baik sehingga bisa memenuhi asupan gizinya (FKM UI, 2007).
  • Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Pendidikan ibu adalah pendidikan formal ibu yang terakhir yang ditamatkan dan mempunyai ijazah dengan klasifikasi tamat SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi dengan diukur dengan cara dikelompokkan dan dipresentasikan dalam masing-masing klasifikasi (Depdikbud, 1997).
b.Pekerjaan
  • Pekerjaan adalah sesuatu perbuatan atau melakukan sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah guna untuk kehidupan (Kamus Besar Indonesia, 2008). Ibu yang sedang hamil harus mengurangi beban kerja yang terlalu berat karena akan memberikan dampak kurang baik terhadap kehamilannya (FKM UI, 2007). Kemampuan bekerja selama hamil dapat dipengaruhi oleh peningkatan berat badan dan perubahan sikap (Benson Ralph C, 2008). Resiko-resiko yang berhubungan dengan pekerjaan selama kehamilan termasuk :
  1. Berdiri lebih dari 3 jam sehari.
  2. Bekerja pada mesin pabrik terutama jika terjadi banyak getaran atau membutuhkan upaya yang besar untuk mengoperasikannya.
  3. Tugas-tugas fisik yang melelahkan seperti mengangkat, mendorong dan membersihkan.
  4. Jam kerja yang panjang (Curtis Glade B, 1999 ).
  • Kriteria pekerjaan dapat dibedakan menjadi buruh/pegawai tidak tetap, swasta, PNS/ABRI, tidak bekerja/ibu rumah tangga (Nursalam, 2001).
c.Pendapatan
  • Penerimaan baik berupa uang maupun barang, baik dari pihak lain maupun pihak sendiri dari pekerjan atau aktivitas yang kita lakukan dan dengan dinilai sebuah uang atas harga yang berlaku pada saat ini. Pendapatan seorang dapat dikatakan meningkat apabila kebutuhan pokok seorangpun akan meningkat. Suatu kegiatan yang dilakukan untuk menafkahi diri dan keluarganya dimana pekerjaan tersebut tidak ada yang mengatur dan dia bebas karena tidak ada etika yang mengatur.
  • Kemampuan keluarga untuk membeli bahan makanan antara lain tergantung pada besar kecilnya pendapatan keluarga, harga bahan makanan itu sendiri, serta tingkat penggelolaan sumber daya lahan dan pekarangan. Keluarga dengan pendapatan terbatas kemungkinan besar akan kurang dapat memenuhi kebutuhan akan makanannya terutama untuk memenuhi kebutuhan zat gizi dalam tubuhnya. Tingkat pendapatan dapat menentukan pola makan. Pendapatan merupakan faktor yang paling menentukan kualitas dan kuantitas hidangan. Semakin banyak mempunyai uang berarti semakin baik makanan yang diperoleh dengan kata lain semakin tinggi penghasilan, semakin besar pula prosentase dari penghasilan tersebut untuk membeli buah, sayuran dan beberapa jenis bahan makanan lainnya (FKM UI, 2007).
  • Berdasarkan survei pendapatan dan pengeluaran rumah tangga tahun 2010 oleh Badan Pusat Statistik, pendapatan untuk pedesaan dibedakan menjadi 3 golongan yaitu :
  1. Pendapatan rendah di bawah Rp. 790.000,-
  2. Pendapatan sedang Rp.790.000,- sampai. Rp.1.270.000,-
  3. Pendapatan tinggi di atas Rp. 1.270.000,-
(www.Informasi Upah Minimum Regional (UMR) Jombang Tahun 2010, 2011)
2.Faktor Jarak Kelahiran
  • Ibu dikatakan terlalu sering melahirkan bila jaraknya kurang dari 2 tahun. Penelitian menunjukkan bahwa apabila keluarga dapat mengatur jarak antara kelahiran anaknya lebih dari 2 tahun maka anak akan memiliki probabilitas hidup lebih tinggi dan kondisi anaknya lebih sehat dibanding anak dengan jarak kelahiran dibawah 2 tahun. Jarak melahirkan yang terlalu dekat akan menyebabkan kualitas janin/anak yang rendah dan juga akan merugikan kesehatan ibu. Ibu tidak memperoleh kesempatan untuk memperbaiki tubuhnya sendiri (ibu memerlukan energi yang cukup untuk memulihkan keadaan setelah melahirkan anaknya). Dengan mengandung kembali maka akan menimbulkan masalah gizi ibu dan janin/bayi berikut yang dikandung (Baliwati, 2006). Berbagai penelitian membuktikan bahwa status gizi ibu hamil belum pulih sebelum 2 tahun pasca persalinan sebelumnya, oleh karena itu belum siap untuk kehamilan berikutnya (FKM UI, 2007). Selain itu kesehatan fisik dan rahim ibu yang masih menyusui sehingga dapat mempengaruhi KEK pada ibu hamil. Ibu hamil dengan persalinan terakhir ≥ 10 tahun yang lalu seolah-olah menghadapi kehamilan atau persalinan yang pertama lagi. Umur ibu biasanya lebih bertambah tua. Apabila asupan gizi ibu tidak terpenuhi maka dapat mempengaruhi KEK pada ibu hamil.
  • Kriteria jarak kelahiran dibagi menjadi 2, yaitu :
  1. Resiko rendah (≥ 2 tahun sampai < 10 tahun).
  2. Resiko tinggi (< 2 tahun atau ≥ 10 tahun) (Rochjati P, 2003).
3. Faktor Paritas
  • Paritas (jumlah anak) merupakan keadaan wanita yang berkaitan dengan jumlah anak yang dilahirkan. Paritas juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi ibu hamil. Paritas merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap hasil konsepsi. Perlu diwaspadai karena ibu pernah hamil atau melahirkan anak 4 kali atau lebih, maka kemungkinan banyak akan ditemui keadaan :
  1. Kesehatan terganggu : anemia, kurang gizi.
  2. Kekendoran pada dinding perut dan dinding rahim.
  • Kriteria paritas (jumlah anak) dibagi menjadi 2, yaitu :
  1. Partas rendah (< 4x kelahiran).
  2. Paritas tinggi (≥ 4x kelahiran).
  • Paritas (jumlah anak) merupakan keadaan wanita yang berkaitan dengan jumlah anak yang dilahirkan. Paritas juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi ibu hamil. Paritas merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap hasil konsepsi. Perlu diwaspadai karena ibu pernah hamil atau melahirkan anak 4 kali atau lebih, maka kemungkinan banyak akan ditemui keadaan :
  1. Kesehatan terganggu : anemia, kurang gizi.
  2. Kekendoran pada dinding perut dan dinding rahim.
  • Kriteria paritas (jumlah anak) dibagi menjadi 2, yaitu :
  1. Partas rendah (< 4x kelahiran).
  2. Paritas tinggi (≥ 4x kelahiran) (Roechjati P, 2003).
DAFTAR PUSTAKA
  1. Alimul, A.H. 2008. Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta: Salemba Medika
  2. Alimul, A.H. 2009. Metode Penelitian Kebidanan Teknnik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika
  3. Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Rineka Cipta
  4. Depdikbud. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. Jakarta: Balai Pustaka
  5. Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta
  6. Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
  7. Prawirohardjo,Sarwono. 2007. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Bina Pustaka Sarwono
  8. Rukiyah. 2009. Asuhan Kebidanan I (Kehamilan). Jakarta: TIM
  9. Suyanto. 2009. Riset Kebidanan Metodologi dan Aplikasi. Jogjakarta: Mitra Cendikia Press
  10. Yuni. 2009. Perawatan Ibu Hamil. Jogyakarta : Fitramaya
  11. Weni. 2010. Gizi Ibu Hamil. Jogyakarta : Muha Medika
  12. Depkes RI. 1996. Pedoman Penaggulangan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis. Jakarta : Direktorat Pembinaan Kesehatan Masyarakat
  13. Arisman. 2007. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta : EGC
  14. Proverawati. 2009. Buku Ajar Gizi Untuk Kebidanan. Jogyakarta : Muha Medika
  15. Anonym. 2011. Upah Minimum Regional (http://Informasi Upah Minimum Regional (UMR) Jombang Tahun 2010,2011.com/)
  16. Rochjati,Poedji. 2003. Skrining Antenatal Pada Ibu Hamil. Surabaya : FK UNAIR
  17. Arisman. 2009. Gizi Dalam Daur Keidupan. Jogyakarta : Muha Medika

Hasil pencarian:

  • kek mana cara orang hamil supaya lahirnya normal

ALUN ALUN KOTA BATU

Alun Alun Kota Batu saat ini menjadi salah satu magnet wisata di Kota wisata Batu. Siapapun yang melintasi sekitar alun alun Kota Batu pasti akan penasaran untuk mengunjungi atau sekedar melihat dari dekat. Alun alun ini terlihat begitu berbeda serta menarik setelah
direnovasi dan diresmikan pada 17 Mei 2011 lalu. Menurut informasi, untuk membangun alun alun yang diseting sebagai taman wisata keluarga yang murah meriah ini, menghabiskan dana 12,7 M. Banyak fasilitas yang bisa kita nikmati disini, terutama wahana hiburan bagi anak-anak. Diantaranya,
Ferris Wheel (bianglala), untuk menikmati wahana ini kita hanya dikenai tarif Rp. 3000,-, cukup murah tentunya, terlebih dari wahana ini kita bisa menyaksikan panorama kota Batu dari ketinggian yang begitu menakjubkan.
Play Ground (Area Bermain untuk Anak-anak), ini tempat yang paling disukai bagi anak-anak, jika sudah bermain disini dijamin tidak mau pergi. Untuk bermain disini tidak dikenai biaya dan bisa sepuasnya.

Taman Air Mancur, tempat ini sangat menarik, karena air mancurnya diletakan disebuah area yang lapang dengan jumlah yang cukup banyak dan menyemprot secara bergantian. Anak-anak juga paling senang jika sudah berada disini karena bisa main air.
Joging Track, Rest Area dan Taman, begitu tertata rapi ditempat ini, dijamin betah walaupun hanya menikmati suasana.
ZAMP (Zona Air Minum Prima) adalah Air siap minum, disini disediakan tempat khusus berupa kran-kran yang diletakan disudut-sudut taman, dari kran ini kita tinggal tekan maka mengalir air bersih yang siap minum. Tinggal minum sepuasnya tidak perlu bayar, sehingga yang lupa bawa bekal air minum tidak perlu bingung cari pedagang kakilima hanya sekedar untuk beli minum.
Smoking Area, bagi anda para perokok janga coba-coba merokok di area alun-alun secara bebas, karena disini merokok dilarang keras. Nah untuk memfasilitasi para perokok, disini disediakan tempat khusus untuk merokok. Sebuah aturan yang patut dicontoh, untuk diterapkan disetiap ruang publik, terlebih ruang publik yang banyak dikunjungi anak-anak.
Dan masih banyak sarana lain yang menarik, jadi jangan lewatkan jika anda berkunjung ke Kota Batu. Bagi anda yang belum pernah ke Kota Batu, letaknya sekitar 30 km dari kota Malang. Selain dikenal sebagai kota apel (walaupun sudah jarang ditemui), kota Batu juga dikenal sebagai Kota Wisata.
Pepatah mengatakan: “Belum datang kesuatu tempat, jika anda belum mengunjungi alun-alunnya”
Jangan lupa kunjungi wisata di kota Batu lainnya Pemandian Air Panas Cangar dan AirTerjun Cuban Rondo

Hasil pencarian:

  • wahana di alun alun batu
  • wahana di alon2 batu mlg
  • alun-alun kota batu berada di

PENGORBANAN DI JALAN ALLAH SWT (Bag. II)

Unsur Berhasilnya Pengorbanan
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْىَ قَالَ يبُنَيَّ اِنِّىْ اَرى فِى الْمَنَامِ اَنِّىْ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرىط قَالَ ياَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُز سَتَجِدُنِىْ اِنْ شَاءَ اللهُ مِنَ الصَّبِرِيْنَ
Dan ketika anak itu telah berusia cukup untuk dapat berlari-lari bersama dia, berkatalah ia, “Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu sebagai kurban, maka pikirkanlah apa pendapatmu?” Ia berkata,”Hai bapakku, kerjakanlah apa yang telah diperintahkankepada engkau, insya Allah engkau akan mendapatiku, diantara orang-orang yang sabar”.[Ash Shaffat 37:102]
1.      Taufik; sikap atau keputusan untuk berkorban adalah taufik dari Allah SWT, sehingga ketika mendapat kesempatan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kesempatan belum tentu datang lagi, jadi jangan disia-siakan.
2.      Khidmat; pengorbanan semata-mata bertujuan mengkhidmati bukan mengharapkan imbalan atau dikhidmati.
3.      Taat; sikap ini harus senantiasa melekat bagi orang yang berkorban, yaitu tunduk dan patuh terhadap segala keputusan sebagai bentuk kesetiaan terhadap Perintah atau aturan Syariat
4.      Loyal; semua tindakan yang dilakukan semata-mata untuk kepentingan Allah SWT
5.      Faqiranah/ hidup sederhana; dengan kehidupan inilah pengorbanan bisa dilestarikan
6.      Sabar; pengorbanan layaknya sebuah cobaan, sehingga butuh kesabaran & ketabahan.
7.      Ikhlas; memiliki kerelaan tidak ada penyesalan, justru berkeinginan untuk terus dan meningkatkan pengorbanan, tandanya ada kebahagian dalam berkorban.
8.      Do’a; dengan do’a mengharap keridhoaan Nya, menjadikan pengorbanan lebih mudah.
Apa yang dikorbankan
أُولَئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُمْ مَرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوا وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
Mereka itu akan diberi ganjaran mereka dua kali, karena mereka telah bersabar dan mereka menolak keburukan dengan kebaikan, dan dari apa yang Kami rizkikan kepada mereka, mereka belanjakan. [Al Qashash 28:54]
Berkorban bisa dalam bentuk apapun, pada prinsipnya ada sesuatu yang dikorbankan, bisa berupa harta, waktu, kehormatan, keluarga bahkan nyawa sekalipun. Tetapi adakalanya itu semua terasa berat untuk kita korbankan.  Maka dalam kondisi ini, bukan kita yang memiliki harta tetapi hartalah yang memiliki kita, sehingga menjadi budaknya. Sebenarnya apa yang menyebabkan perasaan ini timbul?
Ketika seseorang berkorban, pada hakikatnya bukanlah harta, waktu, kehormatan atau nyawa yang kita korbankan, tetapi “rasa memiliki” lah yang sedang dikorbankan. Segala sesuatu adalah milik Allah swt dan akan kembali kepada Nya, tetapi karena begitu kuat “rasa memiliki”, hal itu menjadi penghalang untuk melihat Tuhan sebagai sang Pemilik Sejati. Jika kita telah mampu  menyerahkan semua yang “merasa kita miliki” kepada Tuhan yang memiliki segalanya, maka dalam kondisi ini ia mencapai derajat “fana fillah” dan berhasil menyentuh makna “laa ilaaha illallah”. Tentunya hal ini harus disertai dengan keikhlasan, cirinya adalah adanya kebahagiaan, tidak merasakan beban, yang ada hanya kenikmatan yang membuatnya ketagihan dan semakin semangat dalam mencintai Tuhan. Kondisi ini akan membawa seorang hamba pada ruh tertinggi keikhlasan pengorbanan dalam mencintai Tuhan yaitu “Inna lillaahi wainna ilaihi raji’un”.
Hazrat Khalifatul Masih II ra bersabda,” … Kelebihan yang kedua dijelaskan bahwa وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ Apapun yang kami berikan kepada mereka, kami belajakan sebagiannya. Yakni nikmat apapun yang Allah Ta’ala anugerahkan kepadanya, mereka belanjakan untuk kemaslahatan dan kemakmuran umat manusia, mereka tidak hanya membelanjakan rupiahnya untuk fakir miskin, tapi apapun yang Kami berikan kepada mereka, mereka selalu belanjakan satu bagiannya untuk orang lain. Didalam bahasa Arab rizq artinya segala sesuatu anugerah Allah Ta’ala, sebagaimana harta juga termasuk kedalam rizq, ilmu dan kekuatan juga, rizq yang berarti biji-bijian, itupun termasuk kedalam rizq. Waktu juga termasuk kedalam rizq. Maksudnya rizq adalah segala sesuatu yang memberikan faidah bagi manusia dalam corak apapun. Dengan mengatakan وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ ditekankan bahwa apapun yang Allah Ta’ala berikan, hendaknya dibelanjakan untuk kemaslahatan manusia.
Kalau ada orang yang mempunyai keahlian tapi karena tidak berharta sehingga dia tidak bisa memanfaatkan keahliannya, maka kalian tolonglah dari sisi harta. yang tidak memiliki apa-apa untuk dimakan, berikanlah dia sesuatu untuk dimakan, dia yang tidak punya apa-apa untuk diminum, berikan dia sesuatu untuk diminum. Mereka yang tidak punya sesuatu untuk dipakai, berikanlah sesuatu untuk dipakai.
Sesuai dengan hal itu, Hazrat Khalifatul Masih Awwal menyampaikan satu kisah menarik, bahwa ada seorang tua yang sedang terus-menerus membaca Al-Qur’an Karim, dia menggunakan mulutnya untuk membaca ayat-ayat Al-Qur’an, menggunakan matanya juga untuk melihat kalimat-kalimatnya, dan jari juga menunjuk ayat-ayat seiring pembacaan ayat-ayat. Seseorang bertanya kepadanya,” Apa yang sedang kamu lakukan ini? Dia menjawab,” Allah Ta’ala telah menganugerahkan ketiga bagian tubuh ini, kalaulah aku hanya membacanya (Al-Qur’an) dengan mulut saja, maka Allah Ta’ala akan bertanya, kenapa kamu tidak memanfaatkan tangan dan mata kamu? Kalau aku hanya menggunakan mulut dan tangan saja, maka Allah Ta’ala akan bertanya, kenapa kamu tidak menggunakan mata juga? Dan kalau membaca Al-Qur’an hanya dengan mata saja, tapi tidak menggerakkan mulut dan tangan, maka Allah Ta’ala akan bertanya, kenapa kamu tidak memanfaatkan ini, karena itulah aku menggunakan ketiga bagian tubuh ini dalam satu waktu.
Maksudnya adalah Allah Ta’ala menjelaskan kelebihan orang-orang yang beriman diantara ahli kitab bahwa didalam hati mereka terdapat kecintaan yang begitu mendalam kepada umat manusia, sehingga apapun yang mereka dapatkan, pasti mereka belanjakan satu bagiannya untuk manfaat dan kemaslahatan orang lain. Dengan hanya memberikan rupiah saja, mereka tidak menganggap bahwa mereka telah melaksanakan hak-hak pengkhidmatan, bahkan mereka mengikut sertakan orang lain juga dalam menikmati setiap pemberian Allah Ta’ala, begitu juga mereka berupaya untuk meninggikan standard kehidupan.
[Kutipan Tafsir Kabir jilid 7, Hal. 523-524, diterj. Mahmud Ahmad Wardi]
Perlulah kita ingat bahwa ketika kita mati ada tiga hal yang akan mengiringi kita kekuburan yaitu harta, keluarga dan amal kita, tetapi yang dua pertama akan kembali kerumah sedang yang menyertai kita hanya yang ketiga yaitu amal perbuatan (pengorbanan) kita. Pengorbanan merupakan salah satu bentuk amal yang akan menyertai dan menyalamatkan kita di akhirat.
*Bersambung….
*Kesempatan dan Waktu Berkoban yang Tepat

Untuk Bagian Pertamanya bisa baca dibawah ini:

PENGORBANAN DI JALAN ALLAH SWT (Bag. I)
Mengenai Arti Pengorbanan dan Hakikat Ruh Pengorbanan

Hasil pencarian:

  • org2 yg brkorban di jln allh
  • pengorbanan di jalan allah
  • tata cara pengorbanan

KONSEP PERSEPSI

Dr. Suparyanto, M.Kes
KONSEP PERSEPSI
PENGERTIAN PERSEPSI
  • Menurut Leavie persepsi(perception)dalam arti sempit ialah penglihatan, bagaimana cara seseorang melihat sesuatu sedangkan dalam arti luas ialah pandangan atau penglihatan, yaitu bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu(Sobur, 2009 ).
  • Dalam bahasa Inggris, persepsi adalah perception,yaitu cara pandang tehadap sesuatu atau mengutarakan pemahaman hasil olahan daya pikir, artinya persepsi berkaitan dengan faktor-faktor eksternalyang direspons melalui pancaindra, daya ingat, daya jiwa (Marliani, 2010).
  • Menurut Atkinson, persepsi adalah proses saat kita mengorganisasikan dan menafsirkan stimulus dalam lingkungan (Sobur,2009 ).
  • Persepsi adalah persepsi sebagai proses seseorang menjadi sadar akan segala sesuatu dalam lingkungannya melalui indra-indra yang dimilikinya (Yusuf, 2007)
  • Persepsi atau tanggapan adalah proses mental yang terjadi pada diri manusia yang akan menunjukkan bagaimana kita melihat, mendengar, merasakan, memberi, serta meraba (Kerja indra) disekitar kita (Widayatun, 2009)
  • Persepsi merupakan proses akhir dari pengamatan yang diawali oleh penginderaan, yaitu proses diterimanya stimulus oleh alat indera, kemudian individu ada perhatian dan diteruskan ke otak, selanjutnya individu menyadari tentang adanya sesuatu. ,elalui persepsi individu menyadari dan dapat mengerti tentang keadaan lingkungan yang ada disekitarnya maupun tentang hal-hal yang ada dalam diri individu yang bersangkutan (Sunaryo, 2004).
MACAM-MACAM PERSEPSI
  1. External perception, yaitu persepsi yang terjadi karena adanya rangsangan yang datang dari luar diri individu.
  2. Self-perception,yaitu persepsi yang terjadi karena adanya rangsang yang berasal dari dalam individu. Dalam hal ini yang menjadi objek adalah dirinya sendiri ( Sunaryo, 2004 ).
CIRI-CIRI PERSEPSI
  1. Proses pengorganisasian berbagai pengalaman.
  2. Proses menghubung-hubungkan antara pengalaman masa lalu dengan yang baru.
  3. Proses pemilihan informasi.
  4. Proses teorisasi dan rasionalisasi.
  5. Proses penafsiran atau pemaknaan pesan verbal dan nonverbal.
  6. Proses interaksi dan komunikasi berbagai pengalaman internal dan eksternal.
  7. Melakukan penyimpulan atau keputusan-keputusan, pengertian-pengertian dan yang membentuk wujud persepsi individu. (Marliani, 2010)
PROSES PERSEPSI
  • Persepsi merupakan bagaian dari keseluruhan proses yang menghasilkan tanggapan setelah rangsangan diterapakan kepada manusia. Persepsi dan kognisi diperlukan dalam semua kegiatan kehidupan (Sobur, 2009).
  • Rasa dan nalar bukan merupakan bagaian yang perlu dari situasi rangsangan tanggapan, sekalipun kebanyakan tanggapan individu yang sadar dan bebas terhadap satu rangsangan atau terhadap satu bidang rangsangan sampai tingkat tertentu dianggap dipengaruhi oleh akal atau emosi atau kedua-duanya (Sobur, 2009).
  • Dalam proses persepsi terdapat 3 komponen utama yaitu :
  1. Seleksi adalah proses penyaringan oleh indera terhadap rangsangan dari luar, intensitas dan jenisnya dapat banyak atau sedikit.
  2. Interpretasi ( penafsiran ), yaitu proses mengorganisasikan informasi sehingga mempunyai arti bagi seseorang. Interpretasi dipengaruhi oleh berbagai factor seperti pengalaman masa lalu, system nilai yang dianut, motivasi, kepribadian, dan kecerdasan. Interpretasi juga bergantung pada kemampuan seseorang untuk mengadakan pengkategorian informasi yang di terimanya, yaitu proses mereduksi informasi yang komplek menjadi sederhana.
  3. Interpretasi dan persepsi kemudian deterjemahkan dalam bentuk tingkah laku sebagai reaksi yaitu bertindak sehubungan dengan apa yang telah di serap yang terdiri dari reaksi tersembunyi sebagai pendapat/sikap dan reaksi terbuka sebagai tindakan yang nyata sehubungan dengan tindakan yang tersembunyi ( pembentukan kesan ) ( Sobur, 2009 ).
PROSES MENYELEKSI RANGSANGAN
  • Setelah diterima, rangsangan atau data diseleksi. Dua faktor menentukan seleksi rangsangan itu, yaitu faktor intern dan faktor ekstern (Sobur, 2009).
1). Faktor internal
a). Kebutuhan psikologis
  • Kebutuhan psikologis seseorang mempengaruhi persepsinya.
b). Latar belakang
  • Latar belakang mempengaruhi hal-hal yang dipilih dalam persepsinya.
c). Pengalaman
  • Pengalaman mempersiapkan seseorang untuk mencari orang-orang, hal-hal, dan gejala yang mungkin serupa dengan pengalaman pribadinya.
d). Kepribadian
  • Kepribadian mempengaruhi persepsi, seseorang yang intovert mungkin akan tertarik kepada orang-orang yang sama sekali berbeda.
e). Sikap dan kepercayaan umum
  • Sikap dan kepercayaan umum juga mempengaruhi persepsi.
f). Penerimaan diri
  • Penerimaan diri merupakan sifat penting yang mempengaruhi persepsi. Beberapa telah menunjukkan bahwa mereka yang lebih ikhlas menerima kenyataan diri akan lebih tepat menyerap sesuatu daripada mereka yang kurang ikhlas menerima realitas dirinya.
2). Faktor eksternal
  • Beberapa faktor yang dianggap penting pengaruhnya terhadap seleksi rangsangan ialah:
a). Intesitas
  • Pada umumnya rangsangan yang lebih intensif mendapatkan lebih banyak tanggapan daripada rangsangan yang kurang intens.
b). Ukuran
  • Pada umumnya benda-benda yang lebih besar lebih menarik perhatiannya.
c). Kontras
  • Hal lain yang biasa kita lihat akan cepat menarik perhatian.
d). Gerakan
  • Hal-hal yang bergerak lebih menarik perhatian dari pada hal-hal yang diam.
e). Ulangan
  • Hal-hal yang berulang dapat menarik perhatian. Ulangan mempunyai nilai yang menarik perhatian selama digunakan dengan hati-hati.
f). Keakraban
  • Hal-hal yang akrab atau dikenal lebih menarik perhatian. Hal ini terutama jika hal tertentu tidak diharapkan dalam rangka tertentu.
g). Sesuatu yang baru bertentangan dengan faktor keakraban, akan tetapi hal-hal baru juga menarik perhatian 
     Faktor ini. Jika orang sudah biasa dengan kerangka yang sudah dikenal, sesuatu yang baru menarik 
     perhatian.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI
1). Faktor fungsional
  • Faktor fungsional dihasilkan dari kebutuhan, kegembiraan(suasana hati), pelayanan, dan pengalaman masa lalu seorang individu.
2). Faktor struktural
  • Faktor struktural berarti faktor yang timbul atau dihasilkan dari bentuk stimuli dan efek-efek netral yang ditimbulkan dari sistem saraf individu.
3). Faktor situasional
  • Faktor ini banyak berkaitan dengan bahasa nonverbal. Petunjuk proksemik, petunjuk kinesik, petunjuk wajah, dan petunjuk paralinguistik.
4). Faktor personal
  • Faktor personal terdiri atas pengalaman, motivasi, dan kepribadian. (Sobur, 2009)
PENGUKURAN PERSEPSI
  • Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian, fenomena social ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian. (Sugiono, 2009 )
  • Menurut Azwar (2010), pengukuran persepsi dapat dilakukan dengan menggunakan Skala Likert, dengan kategori sebagai berikut:
  • Pernyataan Positif/ Pernyataan Negatif
  1. Sangat Setuju: SS
  2. Setuju: S
  3. Ragu-ragu: R
  4. Tidak Setuju:TS
  5. Sangat Tidak Setuju:STS
  • Kriteria pengukuran persepsi yakni :
  1. Persepsi positif jika nilai T skor yang diperoleh responden dari kuesioner > T mean.
  2. Persepsi negatif jika nilai T skor yang diperoleh responden dari kuesioner < T mean.
  • Ada sejumlah kesalahan persepsi yang sering terjadi dalam mempersepsikan suatu stimulus/objek tertentu.
  • Kesalahan persepsi tersebut antara lain :
a). Stereotyping
  • Adalah mengkategorikan atau menilai seseorang hany atas dasar satu atau beberapa sifat dari kelompoknya. Stereotip seringkali didasarkan atas jenis kelamin, keturunan, umur, agama, kebangsaan, kedudukan atau jabatan.
b). Hallo effect
  • Adalah kecenderungan menilai seseorang hanya atas dasar salah satu sifatnya. Misalnya anak yang lincah/banyak bermain dianggap lebih mudah terkena penyakit daripada anak yang lebih banyak diam atau santai. Padahal tidak ada hubungannya antara kelincahan dengan suatu penyakit.
c). Projection
  • Merupakan kecenderungan seseorang untuk menilai orang lain atas dasar perasaan atau sifatnya. Oleh karenanya projection berfungsi sebagai suatu mekanisme pertahanan dari konsep diri seseorang sehingga lebih mampu menghadapi yang dilihatnya tidak wajar ( Azzahy, 2008 ).
DAFTAR PUSTAKA
  1. Azzahy, GH. (2008). Tentang Persepsi. From http://Syakira-blog.Blogspot.com.
  2. Azwar, Saifudin. 2010. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta Pustaka Pelajar
  3. Budi. 2010. Catatan Kuliah Keperawatan Komunitas. Yogyakarta:Huha Medika.
  4. Choirunisa. 2009. Panduan Terpenting Merawat Bayi dan Balita. Yogyakarta : Moncer Publisher
  5. Dinkes Jatim. 2007. Buku Pegangan Kader Posyandu. Dinas Kesehatan Jawa Timur.
  6. Depkes RI.2006.Fungsi pemerintah dalam kegiatan posyandu. http://digilib.unimus.ac.id
  7. Dinkoinfo Jatim, 2009. Angka Kematian Ibu Dan Bayi Di Jatim Menurun . Http://Www.Jatimprov.Go.Id
  8. Effendy. 2004. Dasar-dasar Kepewatan Kesehatan Masyarakat. Jakarta. EGC
  9. Fatmawati, Yeni. 2010. Angka Kematian Bayi di Indonesia Masih Tinggi
  10. Sobur Alex. (2009). Psikologi Umum. CV Pustaka Setia : Bandung.
  11. Ismawati. 2010. Posyandu dan Desa Siaga Panduan Untuk Bidan dan Kader. Yogyakarta. Nuha Medika.
  12. Notoatmodjo. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta Rineka Cipta
  13. Notoatmodjo. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta. Rineka Cipta
  14. Sugiyono. 2006. Statistika Untuk Penelitian. Bandung :Alfabeta.
  15. Soetjiningsih. 2001. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta : EGC
  16. Supartini Y.2004. Buku Ajar Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta : EGC
  17. Wikipedia. 2009. Ciri Khas Perkembangan Balita. Http://id.wikipedia.org/wiki/ Balita

PRE EKLAMSI

Dr. Suparyanto, M.Kes
PRE EKLAMSI
PENGERTIAN PRE EKLAMSI
  • Pre eklamsi adalah terjadinya peningkatan tekanan darah disertai proteinuria akibat kehamilan, terutama pada komplikasi primigravida, kecuali jika terdapat penyakit tropoblastik(Varney, dkk, 2002:165)
  • Preeklamsi adalah kondisi keracunan kehamilan yang di tandai dengan adanya hipertensi, pembengkakan kaki dan kebocoran protein dalam urine sewaktu trimester kedua kehamilannya.(Santoso,Djoko 2010).
  • Preeklamsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, udema dan proteinuria yang timbul karena kehamilan. (Wiknjosastro hanifa,2007:282).
  • Preeklamsi adalah merupakan kumpulan gejala yang timbul pada ibu hamil, bersalin, dan selama masa nifas, yang terdiri atas trias gejala, yaitu hipertensi, proteinuria, dan kadang – kadang disertai konvulsi sampai koma.(Yulikhah,Lily.2008:95).
  • Preeklamsi adalah hipertensi yang timbul setelah 20 minggu kehamilan disertai dengan proteinuri.(Prawihardjo, Sarwono. 2008:531).
ETIOLOGI
  • Apa yang menjadi penyebab pre eklamsi sampai sekarang belum diketahui. Telah terdapat banyak teori yang mencoba menerangkan sebab – sebabnya penyakit tersebut. Teori yang banyak dikemukakan ialah iskemia plasenta. Akan tetapi dengan teori ini tidak dapat diterangkan semua hal yang bertalian dengan penyakit itu. Rupanya tidak hanya satu faktor, melainkan banyak faktor yang menyebabkan pre eklamsi. Di antara faktor- faktor yang ditemukan seringkali sukar ditentukan mana yang sebab dan mana yang akibat.
  • Tetapi yang dapat diterima harus dapat menerangkan hal berikut:
  1. Sebab bertambahnya frekuensi pada primigravida, kehamilan ganda, hidramnion mola hidatidosa
  2. Sebab bertambahnya frekuensi dengan makin tuanya kehamilan.
  3. Sebab dapat terjadinya perbaikan keadaan penderita dengan kematian janin dalam uterus.
  4. Sebab timbulnya hipertensi,edema,proteinuria kejang dan koma ( Wiknjosastro Hanifa, 2007:283).
PATOFISIOLOGI
  • Pada preeklamsia terjadi spasme pembuluh darah disertai dengan retensi garam pada air. Pada biopis tunggal ditemukan spasme hebat anteriologi glomerulus pada beberapa kasus, lumen arteriola sedemikian sempitnya sehingga hanya dapat dilalui oleh satu sel darah merah jadi jika semua arteriola dalam tubuh mengalami spasme maka tekanan darah akan naik sebagai usaha mengatasi kenaikan tekanan perifer agar oksigenasi jaringan dapat dipenuhi.
  • Sedangkan kenaikan berat badan dan udema yang disebabkan oleh penimbunan air yang berlebihan dalam ruangan interstisial belum diketahui sebabnya mungkin karena retensi air dengan garam proteinuria disebabkan oleh spasme arteriola sehingga terjadi perubahan pada glomerulus.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA PRE EKLAMSI
  1. Primigravida atau multipara dengan usia lebih tua
  2. Usia <18 atau >35
  3. Berat : 50 kg atau gemuk
  4. Adanya proses penyakit kronis : diabetes melitus, hipertensi, penyakit ginjal, penyakit pembukuh darah, penyakit pembuluh darah kolagen (lupus eritematosus sistemik)
  5. Kehamilan Mola hidatidosa
  6. Komplikasi kehamilan: kehamilan multipel, janin besar, hidrop janin, polihidramnion.
  7. Preeklamsi pada kehamilan sebelumnya.
  • Menurut Consesus Report(1990),faktor-faktor seperti paritas,usia dan lokasi geografis juga perlu dipertimbangkan.Wanita yang baru menjadi ibu atau ibu dengan pasangan baru ternyata 6 sampai 8 kali lebih mudah terkena pre eklamsi dari pada ibu multipara.Sedangkan Robert(1990)menyatakan bahwa kondisi obstetric yang berkaitan dengan peningkatan masa plasenta,seperti gestasi ginjal multijanin,penyakit pembuluh darah kolagen,penyakit ginjal,dan diabetes mellitus,membuat resiko pre eklamsi menjadi lebih tinggi(Bobak,2004:634).
GAMBARAN KLINIK PRE EKLAMSI
  • Biasanya tanda-tanda Pre eklamsi:
  1. Tekanan diastolic > 110 mmHg
  2. Oliguria <400 ml per 24 jam
  3. Edema paru: nafas pendek, sianosis, rhonchi+
  4. Nyeri daerah epigastrium atau kuadran atas kanan
  5. Nyeri kepala hebat, tidak berkurang dengan analgesic biasa.(Prawirohardjo S.2006:209).
  • Pertambahan berat badan yang berlebihan diikuti oedema, hipertensi dam akhirnya proteinuria. Pada pre.eklamsia ringan ditemukan gejala-gejala subyektif. Pada pre.eklamsia berat didapatkan sakit kepala di daerah prontal, skotoma, diplopsia, penglihatan kabur, nyeri di daerah epigastrum, mual atau muntah-muntah. Gejala-gejala ini sering ditemukan pada pre.eklamsia yang meningkat dan merupakan petunjuk bahwa eklamsi akan timbul. Tekanan darah pun meningkat lebih tinggi, udema menjadi lebih umum dan proteinuria bertambah
KLASIFIKASI PRE EKLAMSI
  • Preeklamsi digolongkan dalam pre eklamsi ringan dan berat dengan tanda dan gejala sebagai berikut:
1. Pre eklamsi ringan
  • Tekanan darah sistolik 140 atau kenaiakn 30 mmHg dengan interval pemeriksaan 6 jam
  • Tekanan darah sistolik 90 atau kenaikan 15 mmHg dengan interval pemeriksaan 6 jam
  • Kenaikan berat badan 1 kg atau lebih dalam seminggu.
  • Proteinuria 0,3 g atau lebih dengan tingkat kualitatif plus 1 sampai 2 pada urine kateter atau urine aliran pertengahan.(Manuaba, 2010:265)
2. Pre eklamsi berat
  • Penyakit digolongkan berat bila salah satu atau lebih tanda atau gejala ditemukan yaitu:
  1. Tekanan sistolik 160/110 mmHg atau lebih
  2. Oliguria,air kencing 400ml atau kurang dalam 24 jam
  3. Proteinuria 3 gram atau lebih ; 3 atau 4 pada pemeriksaan kulitatif
  4. Keluhan subyektif: a.Nyeri epigastrium, b.Gangguan penglihatan, c.Nyeri kepala, d.Oedema paru dan sianosis, e.Gangguan kesadaran, f.Pada pemeriksaan
  5. Kadar enzim hati meningkatkandisertai uterus
  6. Perdarahan pada retina
  7. Trombosit kurang dari 100.000 (Varney,2002:166)
MENEGAKKAN DIAGNOSA
  • Uji diagnostik dasar
  1. Pengukuran tekanan darah
  2. Analisis protein dalam urine
  3. Pemeriksaan edema
  4. Pengukuran tinggi fundus uteri
  5. Pemeriksaan funduskopik
  • Uji laboratorium dasar
  1. Evaluasihematologik (hematokrit, jumlah trombosit, morfologi eritrosit pada sediaan apus darah tepi)
  2. Pemeriksaan fungsi hati(bilirubin, protein serum aspartat aminotransferase, dan sebagainya)
  3. Pemeriksaan fungsi ginjal (ureum dan kreatinin).
  • Uji untuk meramalkan hipertensi
  1. Roll-over test
  2. Pemberian infus angiotensin 11, (Hanifa W, 2007: 290)
PERUBAHAN PATOLOGI ANATOMI
1. Perubahan pada otak
  • Terjadi vasokentrinsik umum yang menimbulkan perubahan :
  1. Odema otak
  2. Nekrosis local
  3. Distritmia otak meningkatkan sensitifitas motorik
  4. Tekanan darah yang meningkat menimbulkan AVA(Acute Vasculer Accident/ Perdarahan otak akut)
  • Manifestasi klinik:
  1. Nyeri kepala
  2. Kejang
  3. Koma karena pembengkakan dan perdarahan.
2. Perubahan pada retina
  1. Edema retina
  2. Spasmus setempat atau menyeluruh pada satu atau beberapa arteri
  3. Gangguan penglihatan. (Hanifa W,2007:286)
3. Perubahan pada paru-paru
  1. Adanya berbagai tingkatan oedema
  2. Bronkhopneumoni sebagai akibat aspirasi sampai terjadi abses paru.
  3. Menimbulkan sesak napas sampai sianosis. (Hanifa W,2007:284).
4. Perubahan pada jantung
  1. Perubahan degenerasi dan odem
  2. Perubahan sub endokardial
  3. Menimbulkan dekompensasi kordis sampai terhentinya fungsi jantung(Hanifa W,2007:284)
5. Perubahan pada hati
  1. Pada permukaan dan pembelahan tampak tempat-tempat perdarahan yang tidak teratur.
  2. Terjadi nekrosis,trombosisi pada lobus hati terutama di sekitar vena porta.
  3. Rasa nyeri di epigastrium karena perdarahan sub kapsuler.
  • Akibat vasokonstriksi, permeabilitas pembuluh darah dan perdarahan terutama periportal yang mengakibatkan kerusakan pada sel hepatoseluler yang mengakibatkan dikeluarkanya enzim liver dan terjadi kenaikan dalam darah, odem dan perdarahan liversehingga terasa nyeri pada epigastrium (Bobak, 2004: 631).
6. Adanya sindrom HELLP
  1. H: Hemolisis eritrosit akibat kerusakan membrane eritrositn oleh radikal bebas asam lemak jenuh dan tidak jenuh
  2. EL: Peningkatan enzim liver: a.SGPT: Serum Glutamic Pyrupic Transminase, b.SGOT: Serum glutamic Oxalaocetic transminase. Dengan gejala sebagai berikut: a.Cepat lelah, b.Nyeri epigastrium
  3. LP: Low plateles(turunya kadar trombosit/trombositopeni)kurang dari 150.000/cc, a.Agresi adhesi trombosit di dinding vaskuler, b.Kerusakan tromboksan, vasokontriktor kuat, c.Lisosom(Varney,2002:168).
7. Perubahan pada ginjal
  1. Spasme arteriol mentebabkan aliran darah ke ginjal menurunse hingga filtrasi glomerulus berkurang
  2. Penyarapan air dan garam tubulus tetap
  3. Terjadi retensi air dan garam
  4. Edema pada tungkai dan kaki(Manuaba,2010:262)
8. Perubahan pada plasenta
  • Terdapat spasme arteriol yang mendadak menyebabkan asfiksia berat sampai kematian janin. Spasme yang berlangsung lama mengganggu pertumbuhan bayi.
9. Pencegahan kejadian pre eklamsi
  • Pemeriksaan antenatal yang teratur dan teliti dapat dapat menemukan tanda-tanda pre eklamsi. Perlu diwaspadai pada wanita hamil dengan adanya faktor-faktor predisposisi.Walaupun timbulnya pre eklamsi tidak dapat dicegah sepenuhnya, namun frekuensinya dapat dikurangi dengan pemberian penerangan secukupnya dan pelaksanaan pengawasan yang baik pada wanita hamil (Hanifa W,2007:290)
  • Mencegah kejadian pre eklamsi:
9.1. Diet makanan
  • Makanan tinggi protein,tinggi karbohidrat,cukupvitamin,dan rendah lemak, kurangi garam apabila berat badan bertambah atau edema, makanan berorientasi pada sehat empat sempurna; untuk meningkatkan jumlah protein dengan tambahan satu butir telur setiap hari.(Manuaba,2010:265)
9.2. Cukup istirahat
  • Istirahat yang cukup pada hamil semakin tua dalam arti bekerja seperlunya dan disesuaikan dengan kemampuan lebih banyak duduk atau berbaring kea rah punggung janin sehingga aliran darah menuju plasenta tidak mengalami gangguan (Manuaba,2010:265)
9.3. Pengawasan antenatal (hamil)
  • Bila terjadi perubahan perasaan dan gerak janin dalam rahim segera datang ke tempat pemeriksaan.Keadaan yang memerlukan perhatian:
  1. Uji kemungkinan preeklamsia
  2. Pemeriksaan tekanan darah atau kenaikanya
  3. Pemeriksaan tinggi fundus uteri
  4. Pemeriksaan kenaiakan berat badan atau odem
  5. Pemeriksaan protein dalam urine
  6. Pemeriksaan janin gerak janin dalam rahim, denyut jantung dalam rahim, pemantauan air ketuban. (Varney, 2002:314)
DAFTAR PUSTAKA
  1. Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarata : Rineka Cipta
  2. Notoatmodjo, Soekidjo. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta. Notoatmodjo, Soekidjo. 2007. Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta.
  3. Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
  4. Budiarto, Eko .2001.Biostatistik untuk kedokteran dan kesehatanmasyarakat. Jakarta:EGC
  5. Nursalam. 2003. Konsep dan Penerapan Metodologi Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta
  6. Helen, Varney. 2001. Buku saku kebidanan. Jakarta: EGC
  7. Winkjosastro, hanifa. 2007. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
  8. Manuaba, ida Bagus Gde. 2010. Ilmu kebidanan, penyakit kandungan, dan KB untuk pendidikan bidan. Jakarta: EGC
  9. Mansjoer, Arif M. 2000.Kapita selekta kedokteran. Jakarta: Media Aaesculapius
  10. Bobak, Lowdermik, Jensen. 2004. Buku ajar keperawatan maternitas. Jakarta: EGC
  11. Varney, Helen. 2008. Buku ajar Asuhan kebidanan. Jakarta:EGC
  12. Azwar,S 2007. Sikap Manusia Teori dan pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset
  13. Tiran Denis, 2006. Mual danMuntah Kehamilan. Buku kedokteran. Jakarta: EGC
  14. Santoso, Djoko. Membonsai Hipertensi . Surabaya: Temprina Medika Grafika
  15. Yulaikhah, Lily. 2009.Kehamilan.Jakarta: EGC
  16. Wiknjosastro, Hanifa. 2006.Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo.
  17. Wiknjosastro, Hanifa. 2008. Ilmu Kebidanan Sarwono Prawihardjo. Jakarta: PT Bina Pustaka