16 Hal yang WAJIB Kamu Ketahui sebelum Ganti Theme Wordpress

16 Hal yang WAJIB Kamu Ketahui sebelum Ganti Themes Wordpress

Hal yang WAJIB Kamu Ketahui sebelum Ganti Theme Wordpress - Jika Anda telah menggunakan WordPress, Anda mungkin telah mengganti tema sekali, dua kali, atau bahkan beberapa kali. Jika ini adalah pertama kalinya, Anda perlu memperhatikan aspek-aspek tertentu dari situs Anda. Sangat mudah untuk mengubah tema di WordPress hanya dengan beberapa klik, namun Anda harus memiliki daftar item yang harus ditangani sebelum Anda mengganti tema. Langkah-langkah ini sangat penting untuk memastikan semuanya berjalan lancar, atau Anda mungkin akhirnya kehilangan bagian dari situs Anda yang tidak ingin Anda hilangkan.
Sebelum membuat perubahan pada tema WordPress Anda, sebaiknya Anda mengambil langkah demi langkah dan melakukannya dengan perlahan dan hati-hati.

Yang perlu diketahui, mengganti theme WordPress bukan sekedar install, preview, dan aktifkan. Di artikel ini, Anda dapat melakukan check list hal apa saja yang harus Anda lakukan sebelum mengganti theme WordPress Anda. Check list ini sangat penting untuk memastikan bahwa proses perubahan theme berjalan lancar dan Anda tidak kehilangan elemen atau fitur yang tidak Anda inginkan untuk hilang.

Daftar Isi

    Perhatikan Aspek Tema Anda Saat Ini

    15 Hal yang WAJIB Kamu Ketahui sebelum Ganti Theme Wordpress
    Hal yang WAJIB Kamu Ketahui sebelum Ganti Theme Wordpress

    1. Buat Catatan Penting Terkait Theme WordPress Anda Saat Ini

    Karena sudah digunakan dalam kurun waktu tertentu, tentu saja ada bagian tertentu dalam theme yang tidak Anda harapkan untuk hilang atau rusak saat beralih ke theme baru nanti. Ada juga beberapa kode/ script yang mungkin ada tambahankan secara manual di functions.php atau file lainnya.
    Catat apa saja file atau fitur- fitur penting tersebut untuk pertimbangan Anda apakah file dan fitur tersebut nantinya akan Anda tambahkan ke theme baru Anda atau tidak. Catat juga kecepatan loading website Anda dengan theme lama.

    2. Backup semua

    Selalu backup sebelum melakukan perubahan. Mengapa? Backup memungkinkan Anda untuk mengembalikan WordPress Anda, jika ada yang tidak beres atau tidak berjalan sesuai dengan yang anda inginkan. WordPress Database Backup adalah alat yang bisa anda andalkan.

    3. Berhati- hati lah dengan Sidebars/widget

    Saat akan beralih dengan theme yang baru, sebaiknya pastikan theme baru tersebut widget-ready. Artinya, ada beberapa jenis widget dan area widget yang mudah digunakan dan di-customize oleh user, terutama di bagian sidebar.

    Di sidebar, biasanya webmaster akan memanfaatkan area tersebut untuk bereksplorasi dengan menambahkan teks custom, gambar, link, ads, atau widget lainnya. Jika sebelumnya Anda menggunakan theme yang widget-ready dan beralih ke theme yang tidak widget-ready, maka Anda berpotensi kehilangan banyak hal.

    4. Menguji Plugin

    Setelah mengaktifkan tema baru, Anda harus memastikan bahwa semua plugin masih dalam kondisi kerja. Lihatlah semua catatan yang Anda buat di awal dan lihat apakah ada fungsi dari tema awal yang ingin Anda bawa kembali ke tema baru.

    Uji semua fitur, seperti pencarian, halaman posting tunggal, halaman kontak dan lain-lain. Periksa apakah semua widget masih dalam kondisi kerja. Pastikan formatnya tidak berubah sehubungan dengan plugin.

    Saat Anda mengganti tema, plugin baru biasanya menggunakan gaya yang ada untuk ditampilkan, namun ini mungkin tidak selalu terlihat bagus atau sesuai dengan tema baru Anda.

    5. Cek Analytics situs

    Jangan lupa untuk memeriksa Google Analytics anda, amankan Google Webmaster Tools dan kode pelacakan lain sebelumnya. Tools ini memungkinkan Anda untuk melacak performa situs Anda, mengukur tingkat konversi Anda, dan semua wawasan yang perlu Anda ketahui tentang situs WordPress Anda.

    jika theme baru Anda lumayan berbeda, pastikan Anda sudah mencatat semua kode tracking tersebut agar siap untuk disalin ke theme baru Anda. Sederhana sebenarnya, namun hal ini justru sering terlewatkan saat ganti theme WordPress.

    6. Apakah situs Anda Menggunakan RSS?

    FeedBurner biasa digunakan untuk RSS feed WordPress. Feed bawaan dapat dihubungkan ke FeedBurner dan ini memungkinkan pengguna melihat analisis pada pelanggan feed mereka.

    Banyak dari blogger yang menggunakan feedburner untuk WordPress RSS Feed. Salah satu bagian dari mengintegrasikan feedburner ke WordPress adalah dengan mengarahkan feed default ke feedburner untuk memperoleh analytic pada subscriber feed Anda.

    RSS feed adalah bagian penting dari blog anda, membangun audiens anda dan mengirim mereka update terbaru.Saat berganti theme, Anda perlu memastikan bahwa Anda menyimpan feed yang diarahkan ke Feedburner. Jika tidak cermat dalam hal ini, Anda berpotensi kehilangan list pelanggan yang selama ini mendorong pertumbuhan trafik ke website Anda.

    7. Perhatikan Kode Iklan / desain:

    Code iklan dan desain yang cocok untuk tema baru anda, terutama ketika bekerja dengan Google Adsense Perhatikan detail untuk urusan ini, karena setiap pengiklan telah menetapkan kode mereka sendiri dalam desain. Anda tidak ingin kode iklan akan mengacaukan desain Anda.
    pastikan Anda melakukan kombinasi yang terbaik. Misalnya saja theme lama Anda berwarna orange, maka Anda membuat tautan berwarna orange untuk Google Adsense Anda. Jika sekarang berubah menjadi biru, Anda mungkin bisa mempertimbangkannya untuk berubah menjadi biru.

    Hal yang sama berlaku juga untuk item lainnya, misalnya seperti ikon twitter, facebook, kombinasi warna button, dan lain sebagainya. Menyesuaikan warna sesuai dengan skema warna theme akan membuat item pihak ketiga tersebut tampil lebih manis untuk pengunjung Anda.

    8. Mengatur Mode Maintenance

    Tentu saja Anda tidak ingin website Anda terlihat rusak saat melakukan perubahan theme, bukan? Maka dari itu, coba lah mengaktifkan Maintentan Mode selama 15-30 menit untuk memastikan semuanya berfungsi dengan benar. Jika perubahan theme telah benar- benar selesai, Anda dapat kembali menonaktifkan Maintenance Mode yang telah diatur sebelumnya.

    9. Fungsi Tema

    Uji segala sesuatu tentang theme baru. Cari bantuan dari siapa pun yang Anda dapat mintai bantuan: teman Anda, keluarga Anda, dan jika mungkin, pengunjung potensial anda. Berjalan di beta dapat menjadi ide bagus sebelum Anda resmi beralih ke tampilan baru. Amati dan dengarkan perilaku pengunjung setia anda sehingga mereka dapat menerima perubahan dan beradaptasi dengan theme terbaru anda. Jangan mengabaikan dokumentasi theme anda!

    10. Tampilan di Lintas Browser dan Devices

    Coba lah untuk mengakses website Anda dengan theme baru di beberapa browser yang berbeda. Setiap browser biasanya mempunyai kecenderungan untuk membuat tampilan halaman website berbeda. Pastikan theme baru Anda bekerja dengan baik di semua browser. Jangan lupa juga untuk melihat tampilan mereka secara mobile.
    Pemeriksaan Cross-Browser cek di Internet Explorer (IE) mungkin tidak mendukung theme anda. Sangat penting bahwa situs Anda tetap sama di semua browser populer.

    11. Hapus Plugin yang Tidak Diperlukan

    Banyak theme baru yang kini hadir dengan fitur bawaan yang multi-fungsi. Misalnya saja jika dulu Anda menggunakan plugin Breadcrumb, dan ternyata theme baru Anda sudah mempunyai BreadCrumbs bawaan, maka Anda dapat menyingkirkan plugin lama tersebut. Hal yang sama bisa terjadi dengan plugin media sosial vs fitur media sosial bawaan dari theme baru Anda.

    Pengurangan plugin ini sebaiknya dilakukan dengan bijak. Misalnya saja banyak theme premium yang membanggakan fitur SEO mereka. Namun banyak blogger lebih suka membanggakan plugin yang jauh lebih canggih seperti WordPress SEO by Yoast.

    12. Security

    Periksa tema baru Anda mungkin mempunyai kode berbahaya dan tidak diinginkan. Hacker cenderung menargetkan theme gratis untuk menyuntikkan link dan jung lainnya, dan juga hati-hati terhadap theme wordpress nulled. Jadi pikirkan matang-matang terlebih dahulu dan periksa dua kali sebelum menggunakan theme baru.

    13. Links

    Apakah Anda yakin semua link anda akan bekerja? Periksa segala sesuatunya yang berhubungan dengan link, karena ini sangatlah penting. Jangan sampai setelah anda mengganti theme anda ada banyak link yang tidak berfungsi.

    14. Tes Kecepatan Website

    ingat kah bahwa Anda sudah mencatat kecepatan website Anda menggunakan theme lama pada point #1 tadi? Kini, waktunya Anda untuk men- cek kecepatan situs web Anda saat sudah menggunakan theme baru. Jika ada kekurangan yang menonjol, lakukan perbaikan segera.

    Waktu loading halaman memberi Anda dorongan dalam peringkat SEO dan pengalaman pengguna yang lebih baik. anda dapat menggunakan berbagai online tools / layanan di luar sana untuk menganalisa kecepatan situs anda dengan theme baru.

     

    15. Perhatikan Bounce Rate

    Setelah beralih ke theme baru, Anda harus melakukan monitoring bounce rate situs web Anda. Jika bounce rate Anda melambung jauh dibandingkan dengan theme sebelumnya, gali lah trik untuk menekan bounce rate tersebut. Mungkin saja Anda telah melewatkan widget related post, widget artikel terpopuler, atau Anda membutuhkan ‘call to action’ yang lebih baik untuk situs web Anda.

     

    16. Dengarkan Pembaca Anda, dan Lakukan Perbaikan

    Saat tampilan baru muncul, Anda akan memperoleh berbagai reaksi dari pembaca setia Anda. Mungkin saja mereka menyukai fitur tertentu, dan tidak menyukai satu fitur lainnya. Setelah semua point Anda lakukan, coba lah untuk melakukan perbaikan dengan mempertimbangkan saran dari pembaca Anda. Jika saran itu baik untuk situs web Anda, mengapa tidak?


    Kesimpulan

    WordPress memiliki kumpulan style dan tema yang mengesankan, jadi tidak ada alasan untuk berpegang pada tema default hanya karena melakukan pekerjaan dasarnya. Hari ini, ini lebih banyak daripada sekadar substansi. Presentasi dan style memang berpengaruh. Anda perlu mengatasi hambatan tertentu dan memelihara daftar hal-hal yang perlu Anda jaga sebelum melakukan peralihan.

    Anda perlu mengambil cadangan hampir semuanya; database, file, dan sebagainya. Anda dapat menggunakan fitur Live Preview untuk melihat perubahan sebelum mempublikasikan tema ke situs Anda. Juga, periksa apakah tema baru kompatibel dengan semua browser yang umum digunakan, seperti Firefox, Internet Explorer dan Chrome.

    Begitu Anda beralih, akan lebih baik memberi tahu pengguna Anda. Anda bisa menulis posting blog sementara dan memberi tahu mereka, dan Anda bahkan bisa meminta laporan bug dari mereka. Anda bisa bertanya kepada pengguna melalui Facebook atau Twitter dan mendapatkan umpan balik di situs dan apakah tampilannya bagus di browser mereka dan sebagainya.

    Jika ada masalah, Anda dapat meminta mereka untuk mengirim tangkapan layar sehingga Anda dapat memperbaikinya. Penting untuk mendapatkan opini pengguna yang berbeda, karena mereka memiliki resolusi layar dan browser yang berbeda. Lihat seperti apa situs Anda di perangkat seluler dengan menguji secara manual tema baru dengan iOS dan Android.

    Anda juga bisa meminta pembaca RSS untuk mengunjungi situs tersebut dan melihat perubahannya. Cobalah untuk memangkas dan menyingkirkan apapun yang tidak Anda butuhkan. Saat memilih tema WordPress, pilih dengan bijak. Pengguna biasanya memiliki banyak saran. Berkomunikasilah dengan mereka dan mulai mengerjakan perbaikan-perbaikan yang dibutuhkan. Buat daftar periksa Anda sendiri saat membuat perubahan pada tema WordPress Anda.

    Apa hal lain yang akan Anda tambahkan ke daftar periksa ini untuk mengubah tema Anda? Beri tahu kami di komentar di bawah ini!

    ᶜᵒᵈᵉ ᵀᵘᵗˢᵖˡᵘˢ,ᵂᴾᵇᵉᵍᶦⁿⁿᵉʳ, ᵀʰᵉ ᴺᵉˣᵗ ᴹᵃʳᵏᵉᵗᵉʳ, ᶜᵉⁿᵗᵉʳᵏˡᶦᵏ

    Artikel Bermanfaat Lainnya

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *